Alas Lebat Sulitkan Satgas Tinombala Cari Kelompok MIT Ali Kalora

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta – Besar Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengucapkan, kondisi geografis berupa hutan tebal yang diduga menjadi tempat perlindungan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, menjadi salah satu tantangan bagi Satgas Tinombala untuk menemukan kelompok pembunuh sadis terhadap satu keluarga di Sigi, Sulteng ini.

Satgas sudah berupaya menyisir hutan belantara yang luas ini untuk mencari para-para pelaku tersebut.

“Semoga permasalahan geografis tempat ini segera bisa diatasi, ” kata Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Kelompok MIT diduga masih berada di antara tiga kabupaten di Sulawesi Tengah yakni Suluh, Poso, dan Parigi Moutong atau berada di dalam Taman Nasional Lore Lindu yang membentang daripada Sigi hingga Poso.

“Dia naik turun gunung, ” ucap Awi seperti dikutip Jarang.

Berdasarkan keterangan bagian MIT yang ditangkap, jika kelompoknya tiba-tiba melihat anggota Satgas Tinombala dari jarak 10 hingga 20 meter, mereka langsung mengambil situasi tiarap sehingga menyulitkan Satgas menjumpai mereka apalagi ditambah kondisi hutan dengan pepohonan yang lebat.

Dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka, kelompok ini kerap turun ke desa untuk meminta target makanan dari warga setempat perlu bertahan hidup.

“Turun ke desa, meneror masyarakat, menodong makan dan akhirnya mencuri ataupun merampok dengan kekerasan, termasuk secara pembunuhan. Kemudian ujung-ujungnya ambil padi, ” ungkap Awi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Basuh Tangan Pakai Sabun, Jaga Jangka dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Membunuh dan Membakar

Sebelumnya pada Jumat (27/11/2020) pagi sekitar pukul 10. 00 WITA, satu keluarga yang berisi atas empat orang di Tempat Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Suluh, Sulawesi Tengah dibunuh oleh sejumlah orang tak dikenal yang diduga kelompok Mujahidin Indonesia Timur arahan Ali Kalora.

Keempat korban yang dibunuh kelompok tersebut adalah Yasa selaku kepala rumah tangga, Pinu, Nata alias Ayah Jana alias Naka dan Pedi. Kemudian mereka membakar tujuh bangunan yaitu enam rumah warga serta satu rumah warga yang dijadikan pos pelayanan Gereja Bala Kesejahteraan.

“(Warga) yang iba (bahan makanan) tidak dianiaya. Namun kemarin ada perlawanan, sehingga yang terjadi demikian (empat warga tewas), ” ujar Awi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video alternatif di bawah ini: