Awak Besipae NTT Diserang Massa Kampung Tetangga, Warga Luka-Luka

Liputan6. com, Ketepeng – Setelah cekcok dengan sejumlah aparat Satpol PP NTT, 37 warga Pubabu-Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Pusat Selatan, kembali diserang massa, Kamis (15/10/2020), sekitar pukul 11. 00 wita.

Niko Manao, warga Besipae mengatakan, puluhan massa yang menyerang warga Besipae, tersebut berasal dari desa Pollo. Menurut nya, massa yang menggunakan satu truk dan dua pikap itu dipimpin, Alex Nabuasa.

Mereka menganiaya 37 KK warga Besipae yang selama itu bertahan di lokasi penggusuran. Selain menganiaya, massa juga merusak rumah sementara warga yang selama itu digunakan sebagai tempat berteduh.

“Banyak yang cedera, nama-nama korban sementara didata. Perempuan & orangtua dipukul dan dilempari, ” ujarnya kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Hingga saat tersebut masyarakat masih kocar kacir dan beberapa warga Besipae belum diketahui keberadaannya.

2 dari 3 halaman

Pemprov NTT Tampik Aniaya Warga

Pemprov NTT membantah  menganiaya masyarakat Besipae. Pelaksana tugas (plt) Badan Aset Pemprov NTT, Willy Rohimoni saat dikonfirmasi membantah keras telah melakukan pemerasan terhadap masyarakat.

Menurut nya, masyarakat justru yang menyerang petugas gabungan dari Satpol PP Pemprov NTT dan kepolisian. Akibatnya, satu diantara staf Pemprov NTT mengalami rusak di kepala.

Urusan pemukulan ini, kata dia, sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Seperti diketahui, lahan seluas 3. 700 hektare di Pubabu Besiape sedang dalam sengketa. Lahan itu semula merupakan milik suku Besipae yang diserahkan kepada negeri dan digunakan untuk kerja pas dengan Australia sebagai tempat peternakan sapi.

Namun lahan itu sempat dibiarkan sehingga awak kembali menggunakannya.

3 dari 3 kaca

Simak Video Pilihan Berikut Ini: