BMKG: Alat Monitor Gempa dan Tsunami Beroperasi Baik

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta Badan Meteorologi, Klimatologi, & Geofisila (BMKG) memastikan alat mengamati gempa bumi dan tsunami dalam beberapa daerah terjaga dan men data yang akurat sebagai cara mendukung mitigasi bencana.

“Alhamdulillah, meskipun batas waktu penggunaannnya rata-rata hanya 10 tahun, sensor-sensor tersebut masih beroperasi dengan tertib hingga saat ini dan tetap dikalibrasi secara rutin, ” cakap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Sabtu (5/12/2020), seperti dikutip dari Antara .

Rita menyebutkan beberapa fasiltas monitoring gempa dan tsunami di beberapa kawasan sudah dicek, seperti di Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, Papua, Maluku, Sulawesi, NTT, NTB, Jatim, Menjelajahkan, serta wilayah-wilayah di Sumatera & lainnya.

Pengecekan metode, kata dia, seiring dengan kegiatan kalibrasi terhadap sensor-sensor seismograf, akselerometer, serta intensitymeter yang telah terpatok dan beroperasi sejak 2009.

Rangkaian perangkat itu berfungsi untuk merekam sinyal gempa bumi dalam sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesia Tsunami Early Warning System – InaTEWS).

Untuk pengamatan yang semakin besar dan akurat, lanjut dia, sebanyak 39 titik di berbagai lokasi di Indonesia segera memiliki jalan seismograf.

Dalam masa 2008 hingga 2018, peringatan pra tsunami disebarkan BMKG ke sedang masyarakat melalui BNPB dan BPBD dengan kecepatan 5 menit sesudah guncangan gempa terekam seismograf.

Dengan asumsi tsunami tiba selama 20 menit sejak pertama kali gempa terdeteksi maka tertinggal waktu untuk proses evakuasi bangsa selama 15 menit.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Basuh Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Tetap Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Kembangkan WRS-NG

Sejak 2019, kata dia, BMKG mulai mengembangkan Warning Receiver System New Generation (WRS-NG) sehingga mampu memberikan informasi gempa bumi di menit kedua setelah gempa & peringatan dini tsunami mulai menit ketiga sampai keempat setelah gempa terekam, seperti halnya di Jepang.

“Secara otomatis seketika peringatan dini tersebut dapat disebarluaskan melalui berbagai kanal komunikasi, jalan melalui SMS blasting, media sosial @infoBMKG, telegram, Aplikasi Mobile Phone Info BMKG, YouTube, televisi, dan website, ” katanya.

BMKG terus mengupayakan peringatan bisa lebih cepat sehingga bisa meluluskan informasi kepada masyarakat lantaran kurang kali terjadi tsunami yang tidak lazim seperti di Palu dalam tahun 2018. Tsunami kala tersebut terjadi pada menit kedua serta ketiga.

“Disiapkan tambahan kanal komunikasi khusus melalui HT agar peringatan dini dapat pasti tersebar ke tengah masyarakat meskipun jaringan internet, telepon selular, ataupun listrik lumpuh saat terjadi gempa bumi, ” katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: