BMKG: Teknologi Canggih Tak Berguna Jika Masyarakat Tak Siap Hadapi Tsunami

Liputan6. com, Jakarta Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan teknologi secanggih apapun tidak akan berguna jika masyarakat tidak siap di dalam mengantisipasi dan menghadapi bencana tsunami yang kemungkinan akan terjadi.

“Semua teknologi, super komputer yang mendukung sistem peringatan dini akan lumpuh, akan sia-sia dan tidak ada gunanya kalau aspek kultur tidak siap. Aspek geistesleben ini adalah masyarakat dan pemda, ” kata Dwikorita saat membuka webinar dalam rangka peringatan Hari Kesadaran Tsunami Dunia yang dipantau di Jakarta, Jumat (13/11/2020).

Dalam webinar Hari Kesadaran Tsunami Dunia yang diperingati setiap 5 November tersebut, Dwikorita mengatakan aspek kultur, yaitu pemerintah daerah dan masyarakat sebagai ujung tombak menjadi tantangan di dalam kesiapsiagaan bencana.

Menurut nya, apabila masyarakat dan pemda di daerah rawan bencana tsunami bukan memiliki kapasitas untuk mengoperasikan dan memelihara sirine peringatan dini tsunami, teknologi yang sudah disiapkan tidak akan berguna.

BMKG telah membangun sistem peringatan dini tsunami, yaitu Indonesia Tsunami Earlier Warning System (InaTEWS) yang sudah beroperasi sejak 2008.

Hal senada disampaikan narasumber web conferencing dari Unesco Indonesia Ardito M Kodijat.

Ardito mengatakan banyak pembelajaran dari kejadian tsunami yang lalu bahwa sistem peringatan dini tsunami yang canggih bukan akan menyelamatkan nyawa jika penduduk berisiko tidak memiliki pengetahuan serta kapasitas untuk merespons peringatan dini tersebut.

“Kalau kita punya sistem yang sangat canggih, saat ini bisa mengeluarkan peringatan dini dalam waktu yang sangat singkat kurang dari empat menit, tapi kalau masyarakatnya tidak mengenal apa yang harus dilakukan, cara peringatan dini itu tidak menjamin keselamatan, ” ujar Ardito seperti dikutip dari Masa .

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dri 3 halaman

Risiko Sangat Tinggi

Dia mengatakan dalam keadaan darurat tsunami, risiko kehilangan nyawa dan harta benda masyarakat pesisir dengan tingkat kesiapan rendah atau tidak wujud sangat tinggi.

Bahkan, rantai peringatan yang lemah / terputus, sehingga informasi tidak sampai ke masyarakat juga tidak ada arahan untuk masyarakat mengevakuasi sendiri. Hal itu bisa karena ketidaksiapan SDM, prosedur atau masalah teknologi.

Menurut dia, selama ini sistem peringatan dini terfokus pada peningkatan teknologi, tapi perlu juga fokus pada kesiapsiagaan penduduk dalam menghadapi tsunami.

3 dari three or more halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: