Cerita Warga Mengenang Masa Lalu di Taman Remaja Surabaya

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah kota Surabaya (Pemkot Surabaya) akan mensinergikan Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS). Para pakar dan pemangku kepentingan pun diundang untuk memberi masukan.

“Usulan-usulan itu akan digabung jadi ketika ke sana tetap ada kesan dan kenangan masa lalu,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi, seperti yang dikutip dari Antara, Minggu, 23 Agustus 2020.

Pemerintah Kota Surabaya akan menyusun ulang konsep di kawasan Taman Remaja Surabaya (TRS) dan Taman Hiburan Rakyat (THR) setelah pengosongan di kawasan TRS. Kawasan tersebut akan dijadikan kawasan kesenian dan taman hiburan seperti sedia kala.

Mengutip Antara, Taman Remaja Surabaya (TRS) tidak hanya taman hiburan dan kesenian. Ikon tempat hiburan yang berdiri sejak 20 Februari 1971 ini memiliki sejarah tersendiri yang menyimpan banyak kenangan bagi warga Surabaya, Jawa Timur.

Salah satunya Rahmad Adi (19). Ia menuturkan, saat duduk di bangku sekolah dasar (SD) bersama orangtuanya menikmati hiburan di Taman Remaja Surabaya.

Sejumlah permainan dijajal oleh Rahmad ketika berada di TRS mulai dari bom-bom car, mandi bola, naik kereta ulat. Pria yang juga seorang atlet ini paling suka naik kereta ulat ketika berada di TRS lantaran seru dan mengasyikkan.

Rahmad menceritakan, karena masih kecil tidak boleh bermain roller coaster sehingga itu menjadi kenangan tidak dilupakan oleh dirinya. “Ndak dibolehi naik roller coaster karena umur masih kecil,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Senin (24/8/2020).

Rahmad pun mengharapkan TRS makin bagus seiring ada revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

2 dari 4 halaman

TRS Pernah Jadi Salah Satu Tempat Hiburan Favorit

Demikian juga bagi Iwan Kurniawan (34). Taman Remaja Surabaya menjadi salah satu tempat hiburan favorit bagi dirinya. Ia mengaku minimal sebulan sekali untuk mengunjungi TRS.

“Minimal saya ke TRS sebulan sekali, atau setahun 3-4 kali,” tutur dia.

TRS juga memberikan kenangan bagi Iwan saat masa remaja. Terutama ketika saat menaiki permainan bianglala. Saat itu, ia menyatakan cinta kepada pacarnya saat naik wahana bianglala.

“Pernah waktu SMA nembak teman cewek, saat naik wahana permainan Bianglala di TRS. Paling berkesan yang naik Bianglala,” ujar dia.

Selain permainan bianglala, ia juga bermain bom-bom car, rumah hantu dan kereta gantung. Iwan pergi ke TRS kadang bersama keluarga, teman dan pacar.

Ia menuturkan, acara fenomenal di TRS mulai dari kegiatan dangdutan dan acara karnaval anak TK se-Surabaya tiap 17 Agustus.

“Terakhir main ke TRS ikut lomba band. Kalau tiap hari Kamis malam dangdutan, kalau enggak salah,” ujar dia.

Iwan menuturkan, TRS menjadi satu-satunya tempat hiburan yang terpopuler pada zaman kejayaannya.

3 dari 4 halaman

Revitalisasi TRS Diharapkan Ada Taman Bermain yang Dapat Diakses Seluruh Warga

Demikian juga Sejarawan Universitas Airlangga Adrian Perkasa yang punya banyak kenangan di TRS.  Salah satunya wahana yang ada di tempat hiburan tersebut.

Adrian menuturkan, ketika SD menyukai permainan kora-kora di TRS. Ia biasa mengunjungi TRS ketika ada momen khusus terutama mengikuti lomba ketika duduk di bangku sekolah dasar (SD) di tingkat Surabaya. Lomba yang diikuti mulai dari lomba puisi dan cerdas cermat.

“Seringnya momen khusus kalau pas SD. Saat kelas 3 dan 4 SD tahun 1997-1998, ikut lomba biasanya(mengunjungi TRS-red),” tutur dia.

“Pas mahasiswa pernah sama mantan pacar, sekarang sudah jadi istri,” ia menambahkan.

Adrian mengharapkan, dengan ada revitalisasi TRS bisa ada taman bermain yang dapat diakses siapa saja terutama warga Surabaya yang di kampung-kampung.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini