Kausa Pemkot Bekasi Belum Mau Terapkan PSBB Seperti DKI Jakarta

Liputan6. com, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi belum mau menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Tinggi (PSBB) seperti DKI Jakarta. Pemkot Bekasi berdalih masih menggunakan cara preventif yang sebelumnya sudah disosialisasikan ke masyarakat.

“Meski karakter masyarakatnya hampir sama (dengan warga DKI), namun penanganannya berbeda, ” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen, Kamis (10/9/2020).

Pepen mengaku Pemkot Bekasi saat ini gencar dalam penanganan Covid-19 melalui program RW Siaga, sebagai bagian dari sosialisasi masyarakat pada masa pandemi. Program ini pokok terhadap ketahanan pangan, zero kriminal dan pencegahan Covid-19 di bangsa.

“Selain itu kita juga mengadakan program Gebrak Masker dan Tracking Pasien Covid-19, ” ujarnya.

Selain cara preventif, lanjut Pepen, Pemkot Bekasi masih berpedoman pada aturan periode Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) yang diperpanjang hingga 2 Oktober 2020. Selama masa ATHB, perekonomian masyarakat akan terus berjalan, namun dengan pengawasan protokol kesehatan dengan lebih ketat.

“ATHB Kota Bekasi mensinergikan aspek kesehatan tubuh, sosial dan ekonomi yang aman. Ada juga kawasan-kawasan yang sudah terbatas, ” ungkap Pepen.

Agar lebih mengoptimalkan pengerjaan Covid-19, Pemkot Bekasi juga meningkatkan koordinasi dengan TNI dan Polri secara konsisten, dalam melakukan perlindungan dan penanganan secara menyeluruh.

2 dibanding 3 halaman

Interaksi Daerah Penyanggah

Meski demikian, sambung Pepen, tidak menyumbat kemungkinan Pemkot Bekasi juga mau menerapkan upaya yang ditempuh Pemprov DKI Jakarta. Terlebih Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyinggung kasus Covid-19 disebabkan adanya interaksi dengan daerah penyangga.

Tetapi untuk sekarang ini, Pepen menguatkan masih perlu meninjau hasil evaluasi penanganan Covid-19 dengan Forkompinda Kota Bekasi, untuk selanjutnya menentukan kebijaksanaan.

“Kami akan mengumumkan, dan baru Senin 14 September 2020 akan dirapatkan kebijakan-kebijakan kemudian terhadap penanganan Covid-19, mengantisipasi kelanjutan yang terjadi di DKI, ” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di kolong ini: