OJK Buka-Bukaan Alasan Perpanjang Program Restrukturisasi Kredit

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta – Ketua Badan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mrngungkapkan alasa otoritas di sektor keuangan  memperpanjang rencana relaksasi yaitu restrukturisasi kredit hingga 2022. Perpanjangan tersebut karena maish rendahnya realisasi restrukturisasi bagi daerah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).  

“Restrukturisasi masih di bawah 20 komisi bagi UMKM, sekitar 18 tip saat ini. Sehingga dengan adanya keputusan relaksasi kredit untuk diperpanjang menjadi sampai 2022 sekarang diharapkan (realisasi) meningkat, ” tutur Wimboh Santoso saat meresmikan Kantor OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Senin (21/12/2020).

Wimboh mencatat total realisasi program restrukturisasi kredit diperbankan saat ini telah mencapai Rp 934 triliun. Namun, dia tak merinci secara detail terkait jumlah debitur penerima maupun nilai dengan diberikan terhadap UMKM.

Wimboh mengungkapkan, dengan adanya perpanjangan relaksasi kredit diharapkan akan menolong kelangsungan bisnis UMKM. Sehingga mau mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19.

“Adanya perpanjangan relaksasi rekognisi, kita inginkan UMKM bisa bangun duluan dan bidang korporasi juga bisa bangkit, ” imbuh tempat.

Maka dari itu, OJK terus mendorong sebanyak kira-kira pelaku UMKM agar turut menggunakan perpanjangan program relaksasi kredit tenggat 2022. “Ini untuk juga tahu di daerah apa sudhs ada tanda-tanda bangkit, terutama UMKM, ” tandasnya.

2 dari 3 halaman

Keputusan Sebelumnya

Sebelumnya, Otoritas Bantuan Keuangan (OJK) memutuskan memperpanjang relaksasi restrukturisasi kredit hingga 2022. Jalan ini diambil dalam rangka mengantisipasi terjadinya penurunan kualitas debitur dalam menjalankan kewajibannya.

“Perpanjangan restrukturisasi ini sebagai langkah antisipasi untuk menyangga terjadinya penurunan karakter debitur restrukturisasi, ” kata Kepala Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam siaran pers.

Wimboh menjelaskan, perpanjangan restrukturisasi rekognisi ini diberikan secara selektif. Debitur yang mendapatkan perpanjangan restrukturisasi nilai ini akan melewati tahapan asesmen terlebih dahulu demi menghindari bersifat hazard.

“Perpanjangan restrukturisasi diberikan secara selektif berdasarkan asesmen bank untuk menghindari moral hazard agar debitur tetap mau serta mampu melakukan kegiatan ekonomi secara beradaptasi di tengah masa pandemi ini, ” imbuhnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka. com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan beserta ini: