Penderita COVID-19 Meninggal Karena Tabung Oksigen Terbatas, Direktur RS di Pakistan Diskors

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta- Enam pasien COVID-19 meninggal dunia karena sedikitnya persediaan tabung oksigen di sebuah sendi sakit di Pakistan.  

Kerabat para pasien mencuraikan bagaimana mereka berjuang mencari bantuan saat rumah sakit yang dikelola pemerintah di Kota Peshawar kewalahan dalam menangani banyaknya jumlah anak obat COVID-19.  

Dilansir BBC News , Selasa (8/12/2020) tertundanya pengantaran tabung oksigen itu membina lebih dari 200 pasien menunggu hingga berjam-jam dengan kadar oksigen yang dikurangi.

Kejadian tersebut pun membuat pejabat panti sakit menyalahkan kekurangan pada kongsi pemasok oksigen, dengan direktur vila sakit dan beberapa staf lainnya yang diskors.

Zaman ini, Pakistan sedang menghadapi aliran baru kasus Virus Corona COVID-19, dengan total lebih dari 400. 000 infeksi dan lebih daripada 8. 000 kematian sejak introduksi pandemi.  

Patuh media lokal Pakistan, masalah yang dihadap  Khyber Teaching Hospital berangkat terjadi setelah pasokan tabung oksigen hariannya tidak tiba pada Sabtu malam (5 Desember).  

Selain itu, 300 silinder cadangan juga tidak dapat menyampaikan kapasitas yang diperlukan untuk ventilator.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Bubuk, Jaga Jarak dan Hindari Gerombolan.

Selalu Jaga Kesehatan, Tanpa Sampai Tertular dan Jaga Tanggungan Kita.

2 dari 4 halaman

Terpaksa Cari Buyung Oksigen Tanpa Bantuan RS

Anak dari seorang ibu yang mengalami COVID-19, yakni  Mureed Ali, mengungkapkan kepada BBC Urdu bahwa “di seluruh panti sakit, kami berlari untuk menyelamatkan pasien, memohon kepada staf medis”.

Ali juga menceritakan  bahwa beberapa pasien akhirnya dipindahkan ke ruang gawat darurat, pada mana pasokan oksigen masih pas.

Tapi setelah persediaan oksigen menipis, beberapa pasien wafat, sementara banyak kondisi pasien lainnya yang memburuk hingga ada yang mengalami kritis.

Sekalipun demikian, staf rumah sakit meminta pihak keluarga pasien untuk memeriksa membeli tabung oksigen mereka sendiri, menurut Ali, tetapi hanya kurang dari mereka yang berhasil melakukannya.

Selain itu, seorang juru bicara rumah sakit yang dikelola pemerintah mengatakan kepada BBC bahwa lima dari orang yang meninggal adalah pasien di bangsal COVID-19 dan satu di unit perawatan intensif.

Menurut para-para pejabat setempat, semua pasien dengan meninggal itu adalah orang dewasa.

Pada 6 Desember, pukul 04. 00 waktu setempat, pasokan oksigen resmi yang tertunda akhirnya berhasil sampai di panti sakit.

Namun penguasa rumah sakit menganggap kekurangan pasokan oksigen itu sebagai “kelalaian kriminal”.

Kemudian, upaya pengkajian oleh otoritas setempat menemukan kalau staf rumah sakit yang dimaksudkan untuk bertugas dalam pemasokan oksigen  tidak hadir bekerja pada saat itu, dan bahwa tangki oksigen di lokasi secara rutin hanya akan terisi sebagian.

3 dari 4 halaman

Infografis Meredam Teror Wabah Virus Corona

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: