Sasar Generasi Milenial, Pengembang Ini Tawarkan Hunian Mulai Rp 200 Jutaan

Liputan6.com, Jakarta Pengembang Agung Podomoro Group, membangun kawasan hunian kota satelit dan mandiri yang menyasar generasi milenial, yakni Kota Podomoro Tenjo yang berlokasi di sebelah barat Jakarta.

Hunian yang dirancang khusus ini ditawarkan mulai dari Rp 200 jutaan yang dibangun di atas lahan seluas tanah 650 Ha.

Assistant Vice President Kota Podomoro Tenjo, Zaldy Wihardja mengatakan, pembangunan kota Podomoro Tenjo mempertimbangkan pasar kaum milenial yang sangat besar di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Dengan harga yang sangat kompromis dengan kantong milenial, Zaldy berharap hunian di kota mandiri dan satelit baru ini dapat memenuhi kebutuhan kaum muda ini.

“Kita ingin menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi. Kota Podomoro Tenjo kedepannya kita rancang untuk orang-orang yang memang memperhatikan kesehatan, untuk mereka yang membutuhkan rumah pertama, dan para investor,” ujar Zaldy Wihardja di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Ia menambahkan, setelah melakukan beberapa survei ternyata kaum milenial menyadari akan pentingnya melakukan investasi dan kebutuhan di masa mendatang. Sebanyak 50 persen survei mengatakan milenial tertarik pada hunian Kota Podomoro ini.

“Ketika pandemi berakhir harga properti akan cenderung naik. Keputusan investasi hari ini akan menjadi keuntungan yang luar biasa dimasa depan,” kata Zaldy lagi.

President Director ERA Indonesia Darmadi Darmawangsa menjelaskan keinginan milenial untuk memiliki hunian dan berinvestasi di bidang properti merupakan keputusan yang tepat untuk dilakukan saat ini.

Menurutnya, tren properti 2020 menunjukkan bahwa masyarakat milenial yang berusia muda pada umumnya menginginkan hunian yang praktis dengan harga yang terjangkau seperti Kota Podomoro Tenjo.

“Kaum milenial pada umumnya adalah first home buyer yang ingin memiliki rumah yang kecil. Biasanya milenial juga tidak lagi menyasar properti di pusat kota, tetapi di pinggiran kota asalkan lokasinya dekat dengan sarana transportasi dan mendukung gaya hidup,” jelasnya.

Darmadi bilang, membeli hunian bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal, namun juga sebagai pilihan investasi.

Pembelian properti atau hunian saat ini, juga didukung bunga KPR yang tidak begitu tinggi yakni 7 persen-9 persen per tahun. Besaran bunga KPR ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yakni 11 persen dan 5 tahun sebelumnya yakni 13 persen per tahun.

2 dari 3 halaman

Tipe dan Harga Hunian

Kota mandiri dan satelit baru ini didukung oleh infrastruktur Grand Transit Oriented Development (TOD) yang akan memudahkan mobilitas masyarakat. Dua setengah bulan sejak diluncurkan, total minat yang masuk lebih dari 1500 unit.

Dikatakan jika akses lokasi hunian Kota Podomoro Tenjo sangat mudah dijangkau. Hanya 20 menit via KRL Commuter Line dari BSD (6 stasiun), 40 menit via KRL Commuter Line dari Jakarta, 25 kilometer ke Serpong via Tol Serpong-Balaraja, dan 2 kilometer ke pintu tol Cileles.

Harga dirancang sesuai kondisi saat ini dan beragam sesuai dengan tipe yang dipilih yakni mulai dari Rp 200 jutaan, Rp 250 jutaan, Rp 500 jutaan, sampai Rp 700 jutaan.

Menurut keterangan dari Assistant Vice President Kota Podomoro Tenjo, pembayaran dapat dilakukan dengan mengangsur atau dengan kredit pemilikan rumah (KPR).

Selama 2 bulan sejak penawaran, tercatat kurang lebih sudah ada 1.500 unit yang melakukan investasi. Berikut 4 tipe yang ditawarkan oleh Kota Podomoro Tenjo. 

1. Tipe 27/60

2. Tipe 36/72 

3. Tipe 40/160

4. Tipe 52/160

Zaldy Wihardja mengatakan untuk dapat menempati hunian ini tidak lama.

“Serah terima rumah kita 2 tahun dari sejak Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) 20 persen. Dari sekarang, mungkin akhir 2022 serah terima start awal rumah sudah dapat ditempati oleh pemilik,” tuturnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini