Tips Ikut Acara Lari Virtual dari Komunitas Lari

Liputan6. com, Jakarta – Oleh sebab itu alternatif untuk tetap aktif secara fisik, penyesuaian praktik olahraga dikerjakan selama pandemi. Termasuk di dalamnya adalah penyelenggaraan acara lari virtual sebagai pengganti  offline event  yang biasanya mengumpulkan sekian banyak peserta.

Di dalam pelaksanaannya, format acara lari virtual sedikit berbeda, yakni terdapat kurun dengan akumulasi jarak yang telah ditentukan maupun dipilih. Umumnya mampu dilakukan dalam beberapa hari, sekian minggu, bahkan satu bulan.

Berkaca pada perbedaan operasional dengan acara lari konvensional,   Co-Founder IndoRunners,   Yomi Wardhana, mengatakan bahwa pengaturan waktu lari jadi kunci dalam ikut  event lari maya.

“Karena setiap  runner  memang punya jiwa kompetisi, ” katanya dalam konverensi pers daring Maya Experience Sport (VXSport) oleh Dyandra Promosindo, Senin, 7 September 2020.

Dari situ, sambung Yomi, dengan sendirinya bakal terbentuk niat untuk lari walau secara suasana sangat berbeda. Menurutnya,   offline event  mangkir dengan segala nuansanya tetap belum bisa tergantikan.

Bahana serupa juga disampaikan  Teddy Wahyu dari IkastaRun. Menurutnya,   diakui atau tidak, setiap pelari memiliki jiwa kompetitif untuk lari lebih baik. Karenanya dalam ikut kesibukan lari virtual, setiap runner  disarankan memilih  renggang yang sesuai.

“Harus tahu juga tujuan larinya untuk apa. Lalu, timing   cocok atau  tidak  dengan slot waktu yang dipunya, ” katanya dalam kesempatan yang serupa. Ia pun menyetujui bahwa perbedaan lari virtual memang beda dengan  offline race.

2 sebab 3 halaman

Olahraga Mangkir di Masa Pandemi

Terlepas dibanding hingar-bingar nuansa, di masa pandemi, Yomi mengatakan, kegiatan lari pada umumnya kembali ke hakikat untuk melaksanakan tubuh sehat.

Dengan pemberlakuan kebijakan bekerja dari sendi, Wahyu menuturkan, ia justru mampu berolahraga lebih sering. “Bisa 30–45 menit setiap hari, ” katanya.

Ia sendiri lebih suka berlari di waktu setelah subuh karena udara masih gres dan belum bertemu banyak orang. “Pukul 6 atau 6. 05 orang baru keluar buat mangkir, saya sudah di rumah teristimewa, ” tuturnya.

IkastaRun pun memberi saran pada para anggota untuk lari secara pribadi. Pun mau berkelompok, jumlahnya sekitar 2–4 orang dengan tetap memerhatikan praktik protokol kesehatan.

“Kami rutin tes supaya tepat olahraga bareng lebih tenang. Langsung bawa masker dan menghindari gerombolan, ” ucap Wahyu,

Perubahan dalam berolahraga lari kendati dilakukan Mico Tanahbrata dari Komunitas Canirunners. Awalnya, Mico mengatakan, berpunya lari di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta. Namun, sekarang dia memilih cari lokasi lain dengan lebih sepi. “Bisa juga lari cuma di   treadmill, ” katanya.

3 dari 3 kaca

Saksikan Video Pilihan dalam Bawah Ini: