Tumenggung Minta Penampungan Imigran Dipindah daripada Puncak Bogor

Liputan6. com, Jakarta kacau Bupati Bogor Ade Yasin meminta Komisi Tinggi PBB Untuk Pengungsi alias  UNHCR  memindah tempat penampungan imigran pencari perlindungan di Kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor. Langkah ini  menyusul keterangan dari Ombudsman mengenai potensi maladministrai pengelolaan Kampung Arab di wilayahnya.  

“Saya menimbulkan itu dipindahkan, penampungan UNHCR itu jangan di Puncak, jangan pada daerah wisata. Banyak daerah asing yang ada luas tanah, ana akan siapkan kalau mau dipindahkan, ” ujarnya dikutip dari Antara, Senin (3/8/2020).

Ade Yasin mengaku pengganggu mengawasi para imigran terutama dari negara Timur Tengah, yang malah memberi kawasan itu suatu ciri bagi kawasan Puncak menjadi ‘Kampung Arab’.

“Mau dalam Bogor juga oke, asal jangan di Puncak, karena pengawasan agak sulit. Misalnya Gunung Sindur bisa, pokoknya daerah-daerah yang kita masih punya lahan luas, ” cakap Yasin.

Seperti diketahui, anggota Ombudsman Adrianus Meliala melahirkan hasil pemeriksaan terkait tata kelola kawasan Kampung Arab di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/7/2020).

2 dari 2 halaman

Belum Terdata

Ia mengungkapkan, dari hasil penelitian Ombudsman RI, hingga kini sedang belum terdapat data yang sah mengenai jumlah imigran di Daerah Arab Cisarua.

“Kepada Ombudsman, aparat setempat mengaku pengganggu mendata dikarenakan para imigran kala berpindah-pindah tempat, ” ujar Meliala, dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ombudsman RI menyarankan bupati Bogor segera mendata para pencari perlindungan atau imigran secara terpadu, guna kemudahan pengawasan dan mengetahui kepastian jumlah imigran, serta melakukan penyerasian secara aktif dengan instansi pusat yang terkait penanganan imigran.